- “Pembiaran” Kerusakan J... luweh_weh
- suatu Tindak Kejahatan M... akizahra
- Pemerintah Pelanggar utam... geraimaya
- Angkutan kota alias angko... silvernautillus
- Knp org JKT suka ke BANDU... R@!n
- [Share Info] Jalan Jalan ... hishigi mibu
Berita Lain
-
Kamis, 29/07/2010 13:33 WIB
Kadishub: Dua Investor Tertarik Bangun Subway di Bandung -
Kamis, 29/07/2010 13:02 WIB
Setiap Ciptakan Lagu, Buy Akur Tak Tidur dan Mengurung di Rumah -
Kamis, 29/07/2010 12:48 WIB
Anak Buy Akur Ogah Gembar-gembor 'Keong Racun' -
Kamis, 29/07/2010 11:46 WIB
Keong Racun Terinspirasi dari Teman Buy Akur yang Hidung Belang -
Kamis, 29/07/2010 11:36 WIB
Keong Racun Tercipta di Gang Sempit -
Kamis, 29/07/2010 11:21 WIB
H-7 Lebaran, Sopir Bus Bakal Dites Alkohol dan Narkoba
Indeks Berita
Rabu, 19/03/2008 10:54 WIB
Omzet FO di Bandung Ditargetkan Naik Dua Kali Lipat
Pratiwi Ester Novita Manik - detikBandung
Bandung -
Libur panjang akhir pekan ini tentu sudah dinanti-nantikan. Setelah dua bulan lalu liburan panjang dibatalkan, factory outlet (FO) di Bandung berharap libur kali ini bisa meningkatkan omzet hingga dua kali lipat.
Raja FO di Bandung, Perry Tristianto mengemukakan dua bulan terakhir FO Bandung sempat mengalami penurunan omzet.
"Dua bulan terakhir bisa dibilang FO sedang lesu, makanya kami harapkan FO kali bisa menutupi minimnya omzet FO pada Januari dan Februari lalu," tutur Perry ketika dihubungi detikbandung, Rabu (19/3/2008).
Menurutnya faktor kejenuhan menjadi salah satu penyebab lesunya wisata FO. Diakui Perry bahwa wisata saat ini sedang didominasi sektor kuliner dan wisata alam.
"Misalnya di minggu pertama pengunjung mendatangi FO Bandung, pada kunjungan berikutnya pasti ingin mencoba hal yang lain, ya kuliner atau wisata alam," jelasnya.
Selain itu, lanjut Ferry, pengaruh gaya hidup juga berpengaruh terhadap pergerakan FO saat ini. Jarak Jakarta-Bandung yang tidak terlalu jauh membuat gaya hidup dua kota ini mempunyai sedikit kemiripan.
"Setiap orang yang bepergian pasti ingin mencoba hal-hal yang baru. Sementara gaya mode di Jakarta dan Bandung sudah tidak jauh berbeda," ungkap Perry.
Oleh karena itu, ungkap Perry, untuk menghadapi libur kali ini FO sudah melakukan persiapan. Beberapa diantaranya dengan melakukan promosi harga yang bekerja sama dengan pihak perbankan. Mode yang diusung di FO juga sedang diperbaharui.
(twi/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Omzet FO di Bandung Ditargetkan Naik Dua Kali Lipat
Pratiwi Ester Novita Manik - detikBandung
Raja FO di Bandung, Perry Tristianto mengemukakan dua bulan terakhir FO Bandung sempat mengalami penurunan omzet.
"Dua bulan terakhir bisa dibilang FO sedang lesu, makanya kami harapkan FO kali bisa menutupi minimnya omzet FO pada Januari dan Februari lalu," tutur Perry ketika dihubungi detikbandung, Rabu (19/3/2008).
Menurutnya faktor kejenuhan menjadi salah satu penyebab lesunya wisata FO. Diakui Perry bahwa wisata saat ini sedang didominasi sektor kuliner dan wisata alam.
"Misalnya di minggu pertama pengunjung mendatangi FO Bandung, pada kunjungan berikutnya pasti ingin mencoba hal yang lain, ya kuliner atau wisata alam," jelasnya.
Selain itu, lanjut Ferry, pengaruh gaya hidup juga berpengaruh terhadap pergerakan FO saat ini. Jarak Jakarta-Bandung yang tidak terlalu jauh membuat gaya hidup dua kota ini mempunyai sedikit kemiripan.
"Setiap orang yang bepergian pasti ingin mencoba hal-hal yang baru. Sementara gaya mode di Jakarta dan Bandung sudah tidak jauh berbeda," ungkap Perry.
Oleh karena itu, ungkap Perry, untuk menghadapi libur kali ini FO sudah melakukan persiapan. Beberapa diantaranya dengan melakukan promosi harga yang bekerja sama dengan pihak perbankan. Mode yang diusung di FO juga sedang diperbaharui.
(twi/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk






