Berita Lain

Indeks Berita

Selasa, 26/05/2009 09:12 WIB
Iyom Rohaeni
Rela Rumahnya Dijadikan 'Tempat sampah'
Avitia Nurmatari - detikBandung



Bandung - Tak banyak wanita yang rela mengotori tangannya untuk memilah-milah sampah. Mulai dari sampah-sampah produksi rumahnya sendiri, hingga sampah kiriman dari tetangga-tetangga sekitar rumahnya.

Semuanya berawal dari tahun 2006, saat Iyom mengikuti acara Cikapundung bersih yang digelar oleh Koalisi Untuk Jawa Barat Sehat (KUJBS) dan didukung oleh ISP Husain sebagai donatur.

Di tangan Iyom Rohaeni (55 tahun), sampah-sampah dipilah. Sampah basah dan kering, ia pisahkan. Sampah basah dikumpulkan untuk dijadikan pupuk kompos. Sedangkan sampah kering seperti bungkus makanan ringan dan kantong plastik disulapnya menjadi berbagai macam karya yang menarik, mulai dari tas, dompet, baju barbie, tempat tisu, mangkok, dan lain sebagainya.

"Setelah acara itu, saya diminta untuk membuat suatu karya dari sampah. Awalnya saya bikin tas yang biasa saja, tapi langsung dinilai bagus. Kemudian saya dikirim ke Surabaya, ke tempat kerajinan anyaman dari bungkus mie instan untuk studi banding, banyak ilmu yang saya dapat dari sana untuk diterapkan di sini," tuturnya.

Dibantu ketiga anak perempuannya, dengan tekun Iyom menganyam bungkus kopi yang akan disulap menjadi mangkok. "Hampir semua sampah bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat, sampah basah bisa jadi pupuk kompos, sampah plastik atau bungkus-bungkus makanan bisa didaur ulang lagi, dibuat sesuatu," ujar Iyom ketika ditemui detikbandung di rumahnya di Cihampelas Bongkaran 302/25 Rw 15 bandung, Senin (25/5/2009).

Keuletan Iyom tak sia-sia. Beberapa koleksi piagam penghargaan terpampang rapi di dindik tembok rumahnya. Wanita yang hanya mengenyam pendidikan sampai Sekolah Menengah Pertama ini, mendapatkan penghargaan dari wali kota Bandung atas kepeduliannya terhadap lingkungan hidup melalui hasil karya yang dia buat.

Iyom mengaku tidak pernah menemukan kesulitan untuk mendapatkan bahan baku untuk karyanya. Setiap hari warga sekitar mengantarkan sampah-sampah dari rumah mereka untuk diolah di rumah Iyom. "Rumah ini sudah seperti tempat sampah, tapi saya senang bisa membantu mengurangi penumpukan sampah dengan membuat karya," katanya.

(ern/ern)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)

Foto Lain


Baca juga :