Berita Lain
-
Kamis, 02/09/2010 18:32 WIB
Plang Rambu di Nagreg Ditargetkan Rampung Hari Ini -
Kamis, 02/09/2010 18:19 WIB
Kendaraan yang Lewat ke Jabar Saat Mudik Diprediksi 9 Juta Unit -
Kamis, 02/09/2010 18:13 WIB
Pekerja Papandayan Ancam Laporkan Surya Paloh ke Mabes Polri -
Kamis, 02/09/2010 18:05 WIB
Terminal Cicaheum Diprediksi Padat Pada H-3 -
Kamis, 02/09/2010 17:55 WIB
Puting Beliung Terjang Katapang
116 Rumah di Dua RW Alami Kerusakan -
Kamis, 02/09/2010 17:29 WIB
Dewan Desak Anggaran IT KPU Kab Bandung Diaudit
Indeks Berita
- “Pembiaran” Kerusakan J... luweh_weh
- suatu Tindak Kejahatan M... akizahra
- Pemerintah Pelanggar utam... geraimaya
- Angkutan kota alias angko... silvernautillus
- Knp org JKT suka ke BANDU... R@!n
- [Share Info] Jalan Jalan ... hishigi mibu
Jumat, 04/12/2009 15:45 WIB
Bohong Tes Urine
Jamaah Haji Jabar Melahirkan Prematur di Madinah
Tya Eka Yulianti - detikBandung

Bandung -
Seorang jamaah haji asal Jabar terpaksa melahirkan bayi yang dikandungnya lebih cepat dari waktu seharusnya atau prematur. Ibu tersebut mengalami hipertensi dan pendarahan, saat menjalankan ibadah di tanah suci.
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti kondisi si ibu dan bayi yang dilahirkannya itu.
Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Jabar Alma Lucyati, ibu yang melahirkan lewat operasi caesar di Madinah itu, merupakan satu dari dua calon jamaah haji yang memalsukan urine saat dites kesehatan di tanah air, dan lolos dari pemeriksaan.
Sebenarnya menurut Alma, pihainya menemukan seorang ibu yang mengaku telah menggunakan urine orang lain saat pemeriksaan kesehatan. Setelah temuan itu, Dinkes Jabar pun melakukan pemeriksaan ulang terhadap 868 jamaan haji perempuan yang berpotensi hamil dari total jamaah haji sebanyak 37.618 orang.
"Nah dari hasil pemeriksaan itu, ditemukan ada 5 orang yang berbohong karena menggunakan urine orang lain untuk menutupi kehamilan. Itu mereka lakukan, saking inginnya pergi naik haji," jelas Alma.
Dari lima jamaah haji perempuan yang diketahui hamil itu, tiga orang diperbolehkan berangkat haji karena usia kandungan dan kondisi kesehatannya memungkinkan.
"Yang tidak boleh berangkat itu yang usia kandungannya 1-3 bulan, sementara yang memungkinkan yaitu usia 3 hingga 7 bulan," tuturnya.
Ternyata, Dinkes Jabar masih kecolongan. Sebab dua orang jamaah haji perempuan lainnya baru diketahui sedang hamil saat di tanah suci, salah satunya ibu yang melahirkan secara prematur di Madinah itu.
Alma menyesalkan adanya kebohongan yang dilakukan segelintir jamaah haji itu, karena mengabaikan kesehatan dirinya dan bahkan janin yang dikandungnya. "Kalau ada apa-apa di sana kan yang rugi jamaahnya sendiri," sambungnya.
Seharusnya calon jamaah haji tidak menyepelekan perihal kesehatan ini. "Di sana kan untuk ibadah, bukan untuk jalan-jalan. Jarak yang harus ditempuh, belum lagi kondisi di sana harus dipertimbangkan juga. Jangan malah merepotkan jamaah lainnya," tambah Alma sambil mengungkapkan ibu yang dioperasi di Madinah tersebut tidak bisa menunaikan ibadah haji.
(ern/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Bohong Tes Urine
Jamaah Haji Jabar Melahirkan Prematur di Madinah
Tya Eka Yulianti - detikBandung

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti kondisi si ibu dan bayi yang dilahirkannya itu.
Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Jabar Alma Lucyati, ibu yang melahirkan lewat operasi caesar di Madinah itu, merupakan satu dari dua calon jamaah haji yang memalsukan urine saat dites kesehatan di tanah air, dan lolos dari pemeriksaan.
Sebenarnya menurut Alma, pihainya menemukan seorang ibu yang mengaku telah menggunakan urine orang lain saat pemeriksaan kesehatan. Setelah temuan itu, Dinkes Jabar pun melakukan pemeriksaan ulang terhadap 868 jamaan haji perempuan yang berpotensi hamil dari total jamaah haji sebanyak 37.618 orang.
"Nah dari hasil pemeriksaan itu, ditemukan ada 5 orang yang berbohong karena menggunakan urine orang lain untuk menutupi kehamilan. Itu mereka lakukan, saking inginnya pergi naik haji," jelas Alma.
Dari lima jamaah haji perempuan yang diketahui hamil itu, tiga orang diperbolehkan berangkat haji karena usia kandungan dan kondisi kesehatannya memungkinkan.
"Yang tidak boleh berangkat itu yang usia kandungannya 1-3 bulan, sementara yang memungkinkan yaitu usia 3 hingga 7 bulan," tuturnya.
Ternyata, Dinkes Jabar masih kecolongan. Sebab dua orang jamaah haji perempuan lainnya baru diketahui sedang hamil saat di tanah suci, salah satunya ibu yang melahirkan secara prematur di Madinah itu.
Alma menyesalkan adanya kebohongan yang dilakukan segelintir jamaah haji itu, karena mengabaikan kesehatan dirinya dan bahkan janin yang dikandungnya. "Kalau ada apa-apa di sana kan yang rugi jamaahnya sendiri," sambungnya.
Seharusnya calon jamaah haji tidak menyepelekan perihal kesehatan ini. "Di sana kan untuk ibadah, bukan untuk jalan-jalan. Jarak yang harus ditempuh, belum lagi kondisi di sana harus dipertimbangkan juga. Jangan malah merepotkan jamaah lainnya," tambah Alma sambil mengungkapkan ibu yang dioperasi di Madinah tersebut tidak bisa menunaikan ibadah haji.
(ern/ern)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (4 Komentar)





